Tampilkan postingan dengan label Fotografi Makro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi Makro. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Desember 2014

Laba-laba Langka di Jember Utara

Sabtu, 06 Desember 2014
Kemarin, dua rekan dari Komunitas Kari Kecingkul mengajak kami menjelajahi Kalijejer, sebuah tempat di Dusun Dawuhan Kembar. Ia bukan tempat yang asing. Di sana, kami sering belajar bersama; memperhatikan keanekaragaman hayati, mulai dari semak belukar hingga hewan-hewan kecil.

Mas Ivan dan Deny S Ferdiyansyah, mereka berdua tampak senang sebab bisa berfotografi makro ria.

Saat gerimis turun dan semakin menderas, kami bernaung di gubug dekat kolam. Istirahat sejenak. Ketika itu, saya dan istri melewati waktu dengan menikmati karya-karya fotografi makro yang telah dihasilkan Deny. Luar biasa. Kiranya Deny sangat mengerti bagaimana caranya mendapatkan detail yang tinggi dengan jarak jepret yang sangat dekat.

Bagi saya, dunia fotografi makro adalah kabar baik bagi ilmu pengetahuan.

Deny juga berhasil mengabadikan si laba-laba mungil berwarna kuning, dengan nama ilmiah Platythomisus Octomaculatus. Ia adalah genus laba-laba kepiting, masuk dalam keluarga Thomisidae. Keberadaannya tak hanya di Afrika dan Asia Selatan saja, di Kalisat juga ada.


Dokumentasi oleh Deny S Ferdiyansyah

Saya pernah menjumpai laba-laba sejenis ini di Pohon Lamtoro. Hal yang sama ternyata juga dialami oleh Deny. Dia menemukan laba-laba ini saat si kuning sedang nongkrong di dahan lamtoro. Platythomisus Octomaculatus kadang juga bisa kita jumpai di areal Poho Waru a.k.a Hibiscus tiliaceus.

Ada saya baca di sebuah sumber, laba-laba Platythomisus Octomaculatus adalah spesies yang agak jarang. Ia terbilang langka.

Jika diperhatikan sekilas, laba-laba ini memang mirip mainan. Ia seperti terbuat dari plastik. Memang jika tidak menjumpainya sendiri, kita akan sulit percaya jika itu adalah laba-laba tulen.

Jumat, 05 Desember 2014

Fotografi Makro Yang Tak Semudah Itu

Jumat, 05 Desember 2014
Hari ini, selepas Jum'atan hingga menjelang senja, kami menikmati hari di Taman Kalijejer milik keluarga Redy. Di sana kami belajar memperhatikan keanekaragaman hayati, mulai dari semak belukar hingga hewan-hewan kecil.

Saat pertama kali datang di lokasi, belum lagi njagrak motor, kami sudah dikagetkan dengan keberadaan seekor monyet dengan sabuk warna hijau pipa yang melingkari perutnya. Kala Mas Allo, itu adalah monyet milik orang yang lepas dari rantainya. Dia sudah lumayan lama menikmati keliarannya. Kami tidak sempat memotretnya sebab monyet itu lekas sekali menghilang. Mungkin ia turun ke arah sungai.

Om Bajil dan Deny S Ferdiyansyah, mereka berdua tampak senang sebab bisa berfotografi makro ria. Gerimis yang turun lebih dari dua jam memang sukses membuat perut kami sedikit lapar, namun ia tak berhasil membuat kami bersedih. Masbro dan Mbak Prit bahkan sempat berfoto ria di bawah rintik gerimis.


Foto oleh Om Bajil

Kiranya Fotografi Makro itu tak semudah yang dibayangkan. Melihat cara Om Bajil dan Deny memotret obyek hingga nungging dan kadang harus ndlosor, tahulah kita bahwa teknik mendapatkan detail yang tinggi dengan jarak yang sangat dekat butuh cara dan seni tersendiri. Ia juga butuh teknik mengatur napas. Dan tentu saja butuh sabar, hehe. Ohya satu lagi, momen.

Lihatlah foto di bawah ini. Untuk mendapatkannya, Deny S Ferdiyansyah harus mencari posisi yang tepat, mengatur napas, lalu memperhatikan detail. Setelah insting mengatakan oke, barulah ia menjepretnya.


Foto oleh Deny S Ferdiyansyah

Sebagian besar hewan-hewan kecil yang dijadikan obyek fotografi makro belum kami ketahui namanya. Seperti hewan kecil yang dijepret oleh Om Bajil di atas daun Pohon Sengon. Warnanya gelap, ada semacam kumis memanjang di depan moncongnya.


Foto oleh Om Bajil

Tentu kami ingin mengerti apa nama lokal untuk fauna mini tersebut, dan apa pula nama ilmiahnya. Untuk apa? Agar kami mengerti. Siapa tahu kami bisa mempelajarinya lebih lanjut. Setidaknya, kami akan mudah mendatanya di Komunitas Kari Kecingkul. 

Sulit juga ya fotografi makro. Belum pengaturan kamera, belum memperhatikan waktu di saat njepret, belum memperhitungkan arah cahaya, belum tentang berpikir untuk sedapat mungkin tidak merusak habitat serangga, dan memperlakukan posisi kamera, gimana caranya agar tidak goyang. Wah, ribet. Salutlah buat mereka yang menyukai fotografi makro.

Salam!
Sudut Kalisat © 2014